Contact

  • Kemenag Dukung Pemberantasan Narkoba di Aceh Timur

  • Kasubbag TU Buka Workshop Kurikulum RA 2013

  • Bimtek Kurikulum bagi Kepala dan Guru PAI Se Kota Langsa

  • Maulid di Kediaman Ketua KIP

New Post

Rss

Jumat, 17 Januari 2014
Maulid di Kediaman Ketua KIP

Maulid di Kediaman Ketua KIP

Idi - Dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Ismail,S.Ag pegawai pada seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh timur mengadakan kenduri dan syukuran di kediamannya, desa Bantayan Timu, Kecamatan Idi Rayeuk. Senin (13/1).

Hadir dalam kegiatan ini, diantaranya seluruh keluarga besar di lingkungan Kankemenag Aceh Timur yang terdiri dari para pejabat struktural maupun fungsional, serta Karyawan karyawati, juga karyawan Komisi Pemilihan Umum,tokoh masyarakat serta masyarakat sekitar lingkungan kediaman.

Ismail yang juga ketua KIP Aceh Timur menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para undangan yang sudah hadir, “Dengan adanya peringatan Maulid Nabi ini, semoga apa yang kita kerjakan dan laksanakan sehari-harinya mendapatkan Safa’at dari Rasulullah SAW dan berkah Allah SWT”, ujar Beliau disela-sela penyambutan tamu.

Ismail menuturkan bahwa kegiatan maulid itu juga sebagai syukuran atas terpilihnya beliau sebagai ketua KIP Aceh Timur, “Mudah-mudahan saya dapat mengemban tugas ini dengan baik,” harapnya.
Bimtek Kurikulum bagi Kepala dan Guru PAI Se Kota Langsa

Bimtek Kurikulum bagi Kepala dan Guru PAI Se Kota Langsa

Langsa - Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah, sehingga mutu pendidikan Indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947 s/d 2004, dan 2006.

Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. Para pakar pendidikan Indonesia menyatakan bahwa setengah dari jumlah guru di Tanah Air tidak memiliki kualifikasi yang layak untuk mengajar dan 20 persen dari jumlah guru yang ada sering kali tidak menunaikan kewajiban mereka sebagai pengajar.

Sementara itu, jutaan dolar bantuan pendidikan digelontorkan berbagai negara asing untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia. Angka ini tidak sebanding dengan jumlah yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk pendidikan dari APBN. Hasilnya pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan kurikulum baru sebagai usaha menyederhanakan pendidikan dengan cara penyederhanaan beberapa subjek pelajaran yang dianggap terlalu banyak dan membebankan para siswa dalam proses pembelajaran.

Jelang tahun 2013 dan memasuki tahun pelajaran 2014-2015 ini, Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional sedang mensosialisasikan kurikulum baru lagi yaitu kurikulum 2013. Termasuk andil Kementerian Agama Kota Langsa yang juga melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah dan Guru PAI tingkat sekolah dasar se-kota langsa yang dilaksanakan mulai tanggal 02 s/d 06 Desember 2013 di Hotel Harmoni Kota Langsa.

“Dahulu kita bangsa Indonesia sangat terkenal karena Ilmu Pendidikannya, banyak putra–putri kita dikirim keluar negeri untuk mengajar disana, namun sekarang kenyataan itu berubah, kita hanya mampu mengirimkan Tenaga kerja yang tidak lebih seorang pekerja pembantu rumah tangga” tutur Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Langsa Drs. H. Hasanuddin, MH, dalam hal ini mewakili kepala Kantor Kementerian Agama kota langsa di sela-sela sambutannya sekaligus membuka acara Bimtek Kurikulum 2013 secara resmi. Turut hadir Kabid Dikdas Kota Langsa Bpk, Muhammad Syarif S.Ag.

Oleh karna itu setidaknya kurikulum baru yang nantinya diterapkan dapat merubah paradigma lama kearah guru yang professional dan siswa yang mampu mempunyai daya saing dibidang ilmu dan minat belajar yang baik untuk peningkatan sumber daya manusia yang handal kedepannya,  peserta kegiatan ini diikuti sebanyak 80 peserta yang berasal dari Kepala sekolah dan Guru PAI pada sekolah Umum kota langsa yang terbagi kedalam dua angkatan, masing-masing angkatan I dan II terdiri dari 10 orang Kepala Sekolah dan 30 Orang Guru PAI, dan menghadirkan 3 orang tutor dari balai diklat Keagamaan medan dan 1 orang lagi dari unsur pengawas sekolah Kab. Aceh timur  sebagai narasumber yang sudah mengerti betul tentang isi dari kurikulum 2013.

Dalam pelaksanaannya peserta menyambut antusias yang sangat tinggi, hal ini terlihat pada keseriusan peserta dalam menerima materi yang disampaikan, sebelum dimulainya materi para peserta dihadapkan dengan soal preetest yang harus mereka jawab dan pada akhir kegiatan para peserta juga diberikan soal yang sama sebelumnya yang disebut dengan posttest hal ini memang sengaja diberikan guna melihat sejauhmana peserta memahami sebelum menerima dan sesudah menerima materi tersebut.

Kendati sebagian peserta tidak menyadari bahwa soal pretest dan posttest itu sama hanya sebutannya saja yang berbeda, kurikulum 2013 ini tidak beda jauh dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2006, perbedaan hanya pada penekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional dan Berpusat pada peserta didik (student centered active learning).

Kasi Pendis Kankemenag Kota Langsa, Sekaligus sebagai Ketua panitia pelaksana Bpk. Mawardi S.Ag, mengucapkan terima kasih kepada rekan – rekan panitia dan pihak Dinas Pendidikan Kota langsa dalam hal kerjasama dan juga mengharapkan kepada semua peserta agar dengan terlaksanakannya Kegiatan ini nantinya dapat mengimplementasikan seluruh materi isi yang terkandung dari kurikulum baru 2013 tersebut kepada siswa didiknya di sekolah, dan dapat menciptakan hal baru serta meningkatkan pola pikir seorang guru dalam sikap mengajar demi peningkatan standar kelulusan belajar siswa.
Kasubbag TU Buka Workshop Kurikulum RA 2013

Kasubbag TU Buka Workshop Kurikulum RA 2013

Idi - Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur Adnan,S.Ag membuka secara resmi workshop kurikulum Raudhatul Athfal (RA) 2013 yang dilaksanakan di aula Kankemenag setempat, Kamis (16/1), kegiatan tersebut dilaksanakan oleh ikatan guru Raudhatul Athfal (IGRA) Aceh Timur.

Ketua panitia Yusnidar,S.Pd.I melaporkan kegiatan tersebut diikuti oleh guru-guru RA di Kabupaten Aceh Timur, “Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 6 hingga 7 januari 2014, dengan pemateri yang ahli dibidangnya,” ujar PD IGRA Aceh Timur itu dihadapan Kabid PLBLS Dinas Pendidikan Aceh Timur Jalal,S.Pd.I, Kasi Pendidikan Madrasah Fadli,S.Ag, Kasi Bimas Akly,S.Ag, Komite RA Ruhussalam Hanafiah puteh, dan ketua IGRA Aceh Ummi Marhamah,S.Ag.

Sementara itu Kabid PLBLS Dinas Pendidikan Aceh Timur Jalal,S.Pd.I mengharapkan kepada jajaran kankemenag untuk membuka lembaga baru, “RA di Aceh Timur baru berjumlah 6, kita harapkan kedepan ada lembaga RA dan PAUD setiap kecamatan, asal terkait dengan pendidikan akan kami bantu, tiada beda TK dengan RA,” ujar Jalal yang disambut antusias peserta.

Adnan S.Ag yang mewakili Kakankemenag mengharapkan kepada para peserta untuk serius mengikuti kegiatan tersebut sebagai bekal dalam mendidik anak-anak nantinya, “Pembelajaran anak usia dini sesungguhnya harus menekankan pada keterlibatan anak secara aktif, sehingga anak dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Dengan diberikan pengalaman langsung, anak akan memahami konsep yang dipelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahami.

Lanjut Adnan, guru diharapkan dapat mengemban amanah dalam mendidik anak-anak, “Workshop ini dilaksanakan untuk menemukan strategi atau model pembelajaran yang benar dan tepat diajarkan kepada anak-anak usia dini. Workshop ini menjadi penting, karena diasumsikan masih banyaknya RA yang belum menerapkan strategi atau model pembelajaran yang benar dan tepat bagi anak didiknya,” pinta Kasubbag TU itu. [ sumber ]
Kemenag Dukung Pemberantasan Narkoba di Aceh Timur

Kemenag Dukung Pemberantasan Narkoba di Aceh Timur

Idi - Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur mendukung penuh program Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Timur, BNN Provinsi Aceh maupun Polres Aceh Timur dalam menyelesaikan persoalan narkoba yang saat ini menjadi musuh besar bagi bangsa Indonesia khususnya di kabupaten yang dipimpin Bupati Hasballah bin M.Thaib itu.

“Mari kita jadikan narkoba sebagai musuh bersama. Jangan biarkan jaringan pengedar narkoba bebas melakukan aktifitasnya. Narkoba tidak hanya dilarang, tapi juga merusak moral anak bangsa. Untuk itu tidak ada alasan untuk membiarkan narkoba merusak moral generasi muda Aceh Timur,” kata Kasi Bimas Islam Kemenag Akly,S.Ag,MH usai mengikuti rapat koordinasi BNNK di aula bupati setempat, Rabu (15/1).

Sesuai dengan surat keputusan Bupati Aceh Timur nomor 300/537/2013 tentang pembentukan BNNK Aceh Timur, Kepala Kankemenag Aceh Timur ditunjuk sebagai seksi pemberdayaan masyarakat, “Dengan jumlah penyuluh 753 orang, kami siap mensosialisasikan tentang pemberantasan narkotika dan bagi setiap calon pengantin akan diberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika tersebut,” tandas Akly mewakili Kakankemenag.

Selain itu, Akly juga mengharapkan peran masyarakat untuk turut serta dalam pemberantasan narkoba serta mendukung tugas-tugas kepolisian. “Warga masyarakat harus mendukung pihak kepolisian bukan malah sebaliknya mendukung para peredar narkoba,” tegas Akly.

Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP, Muhajir menegaskan jajarannya tetap komit memberantas narkoba di daerah ini. Siapapun yang terlibat dan terbukti menjadi jaringan pengedar ataupun Bandar narkoba, tetap akan ditangkap dan diproses sesuai hukum.

“Tidak ada kata toleransi, siapapun yang terlibat menjadi pengedar ataupun Bandar narkoba, tetap akan ditangkap. Untuk itu, kami harapkan dukungan semua pihak. Semua pihak harus komit menjadikan narkoba sebagai musuh bersama,” tegas Kapolres Aceh Timur tersebut. [sumber]